Saturday, May 21, 2011

Intrik Politik dan Taktik

Hari ini semua seakan mengangkat bumi
Berkomunikasi dan bicara tanpa hati
Memaki-maki demi sebuah ambisi
Kepentingan pribadi yang selalu berjalan sendiri
Kali ini aku harus kembali menahan hati

Menahan diri ditengah bualan sakti
Tanpa ambisi dan kepentingan yang cukup berarti

Dunia ini terus berputar
Rotasi dan gravitasi tak akan pernah mati
Seperti hari-hari yang kian padat kini
Semua memaki dan menipu diri

Aku sudah muak dengan semua ini
Berjuang bagaikan penjahat yang mati dipukuli
Bagaikan budak yang terlahir untuk mati tanpa bukti
Ditipu dan ditusuk kawan sendiri
Persetan soal persahabatan sejati disini
Omong kosong soal koalisi
Semua bicara kepentingan disini

Kata politik, kritik dan intrik seakan menawan
Tak memandang kawan ataupun lawan
Bajingan, bahkan sang dermawan
Semuanya mau berdiri didepan
Singkirkan lawan hanya untuk menghindari topan
Semua bicara dengan kekuasaan dan kekuatan pengetahuan



Terlalu banyak basa-basi disini
Cukup sudah omong kosong dalam bakti
Biarkan saja semua berdiri, hancurkan bajingan-bajingan yang tak berbudi dan mau
menang sendiri
Ketika pengabdian menjadi alat pemuas pribadi
Ketika itu pula kekuasaan menjadi alat konsumsi
Semua pembenaran seakan mengatasnamakan tujuan organisasi

Ketika topengnya menjadi label diri
Nafas ini seakan terpancing nyali
Kobarkan api semangat mandiri
Tak peduli semua yang mau mati
Ataupun hidup dengan dunianya sendiri
Persetan kini untuk semua yang tak berarti
Karena semua itu hanya basa basi yang pasti
Dan kepentingan itu hanyalah pemuas hasrat pribadi

Jujur, aku mau teriak dengan keras
Lepas, bebas dan tanpa batas
Tak ingin kembali lagi ditindas
Tanpa pembenaran yang luas
Dan tanpa gerakan yang jelas
Semua hanya mencoba merampas

Ahhh,.. Setan dengan semua ini
Seolah kembali ingin lagi teriak
Berontak keras hingga serak
Jujur, aku ingin menolak
Meskipun kepala ini seakan sudah botak
Diri ini seakan hidup seperti katak
Berpikir dengan hal yang terpetaK-PETAK

Sayang, aku terjebak disini
Hidup bersama orang-orang penipu diri
Apa yang mereka katakan pasti hilang dan mati tanpa budi
Tempat ini hanya membuat pusing kepala ini

Saat mas dirman tetap teguh berdiri dijalan
Saat itu juga ketidakadilan dibiarkan
Seolah hanya dijadikan simbol yang akan dimakan zaman
Tak peduli bualan yang sudah mereka serukan
Sudahlah, mereka hanya menambah kerumitan pikiran ini

Persetan untuk semua yang telah terjadi
Omong kosong untuk apa yang sudah mereka katakan tadi
Aku tidak ingin lari kini
Aku hanya butuh waktu sendiri
Dan teringat ingin kembali kepelukannya lagi

Dia kini masih berada jauh disana
Meskipun masih berada dalam satu negara
Pujaan hati yang lama tak berjumpa
Sudah beberapa bulan lamanya ternyata kami tak bertatap muka
Saat komunikasi hanya melalui telinga saja
Sang inspirator tetap menjadi motor
Mewarnai hati yang hampir mati
Dalam ingatan dan selalu dinanti
Semua ini sungguh membuat sakit hati
Mengabdi diri pada seorang banci
Mendengar seperti orang tuli
Berjalan seperti tanpa kaki
Mereka itu membuang waktu ini
Jujur, aku sudah muak berada disini
Entah kapan semua ini akan diakhiri

Saat diri terpisah jauh dari raga
Akan kuraih jiwa yang terpenjara
Semua boleh bicara apa saja
Asalkan dapat dibuktikan dan dipercaya
Sebab kepalsuan kini sudah berwibawa
Berkacamata, dan menegakkan dada
Bersenjata dan kasat mata
Sudahlah, semua itu tak akan pernah habis cerita
Meninggalkan duka dan kecewa belaka
Kini saatnya ku membuka mata
Menatap jalan yang sudah tersedia
Dan jadikan hidup lebih bermakna
Untuk keluarga, dia dan diri-Nya`




....



Daniel MT Sinaga]
Juli, 2010